Jumat, 05 September 2014

Arsitektur Dalam Kebudayaan Yunani Kuno

Dalam sejarah yunani, peradaban Yunani kuno dimulai dari periode yunani purba yaitu pada abad ke – 8 sampai abad ke-6 SM. hingga penaklukan Romawi atas Korintia padatahun146 SM.  Yunani kuno tidak diragukan lagi merupakan salah satu peradaban paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia. Dari daerah yang terletak di ujung semenanjung Balkan ini, tercipta dan berkembang berbagai hal penting, misalnya demokrasi, alfabet, filsafat, teater, dan ilmu pasti.


Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani klasik, yang mulai bersemi pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik ini Yunani dipimpin oleh negara-kota Athena dan berhasil menghalau serangan Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada Sparta dalam perang Peloponesia pada tahun 404SM.  Peradaban Yunani Kuno sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.Pada Periode Klasik, budaya Yunani berkembang pesat, dan tersebar ke penjuru Laut Mediterania melalui Kekaisaran Athena, selain juga oleh para pedagang, imigran, dan penakluk dari Yunani. Yunani Klasik sangat berpengaruh terhadap Kekaisaran Romawi, yang pada gilirannya menyebarluaskannya ke seluruh penjuru Mediterania dan Eropa di bawah kekuasaan Romawi. Karena alasan inilah, Yunani Klasik dianggap sebagai pondasi bagi peradaban Barat.Kehidupan masyarakat Yunani, yang mendiami wilayah beriklim mediteran yang selalu hangat dan segar, memungkinkan bersikap optimis dan berwatak riang. Suasana langit yang terang tanpa banyak awan di daerah Attica (Athena) juga menyebabkan  semangat penduduknya  tinggi dan  kreasinya menonjol. Itulah sebabnya di Athena berkembang pesat kebudayaan baik di bidang seni maupun ilmu pengetahuan dan filsafat.

Sejarah Yunani Kuno  Cikal-bakal dari peradaban Yunani adalah peradaban pulau Kreta. Kreta adalah pulau terbesar di Yunani, yang terletak di selatan Yunani. Kebudayaan Pulau Kreta seringkali disebut kebudayaan Minoa. Peradaban Pulau Kreta ini sendiri muncul sekitar tahun 3000-1400 SM. Letak Pulau Kreta sangat strategis yakni di tengah-tengah jalur pelayaran antara Mesir, Yunani dan Mesopotamia. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Kreta untuk hidup dari sektor pelayaran dan perdagangan. Selain itu Pulau Kreta juga menjadi jembatan budaya antara Asia, Afrika dan Eropa.Kegiatan pelayaran dan perdagangan telah menyebabkan tingkat kemakmuranyang tinggi bagi masyarakat Pulau Kreta. Kota-kota pusat perdagangan seperti Knossus dan Phaestos telah tertata dengan baik. Bangunan gedung pada umumnya terbuat dari batu bata serta ada bangunan yang bertingkat. Di Knossus ditemukan reruntuhan istana Knossus yang berbentuk labyrinth (rumah siput). Labyrinth berasal dari kata Labrys yang berarti “mudah tersesat”. Bangunan istana didesain demikian agar seseorang yang masuk akan mudah tersesat karena susunan kamar-kamar, ruangan dan lorongnya ruwet untuk menghalangi para penjahat yang masuk istana dan ingin menjarah kekayaan istana.istana knossusKebudayaan Kreta ini hancur akibat suatu bencana ledakan gunung api yang maha dasyat dan satu kali gelombang Tsunami hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pulau Kreta hanya terpisah sejauh 60 mil dari pulau Thera, dan 3600 tahun lalu gunung berapi di pulau Thera mengalami letusan dasyat, debu dan asap yang disemburkan akibat ledakan tersebut diperkirakan sebanyak ribuan ton menyebar hingga ke pulau Greenland, Tiongkok dan Amerika Utara akibat diterbangkan angin. Selain bencana alam, faktor lain adalah invasi bangsa pendatang yang berasal dari ras Indo Jerman di Asia Tengah yang bergerak ke Yunani kemudian ke pulau Kreta. 

Lalu Sejarah yunani kuno dimulai setelah yunani purba (8 dan 6 SM). Dan mencapai puncaknya pada periode yunani klasik (5-4 SM). Pada periode ini Yunani dapat menghalau serangan kekaisaran Persia oleh Athena. Keemasan ini pun berakhir dengan takluk nya Athena pada Sparta dalam perang peloponesia (404 SM). Peradaban ini merupakan dasar peradaban Barat dan merupakan pengaruh kuat bagi kekaisaran romawi untuk meneruskan versi lain ke bagian Eropa. Peradaban ini  sangat berpengaruh pada Bahasa, Politik, Sistem Pendidikan, Filsafat, Ilmu dan Seni , mendorong Renaisans di Eropa Barat, kembali bangkit pada Neo- Klasik (18-19) di Eropa dan Amerika.Periode purba (arkaik) mulai (18 SM), saat yunani bangkit dari era kegelapan dengan keruntuhan peradaban Mycena (peradaban baca dan tulis huruf). Akan tetapi, yunani mengadopsi alphabet funisia dengan memodifikasi dan menciptakan alphabet yunani (19 SM). Pada (6 SM) tumbuh beberapa Negara-kota yang menjadi kekuatan yunani (Athena, Sparta, korinthia, dan Thebes) masing- masing menaklukan kota dan wilayah sekitarnya yang menjadi kekuatan maritim dan perdagangan terkemuka. Pada (7 dan 8 SM) pertumbuhan penduduk semakin pesat dan mengakibatkan perpindahan penduduk (Emigrasi) dan ini pun berakhir (6 SM), saat itu yunani dalam budaya bahasa menjadi kawasan yang lebih luas daripada sekarang.Pada kedua (6 SM), Athena jatuh dalam cengkraman tirani peisistratos dan putranya (Hippias dan Hipparchos) akan tetapi (510 SM) saat pelantikan raja Sparta membantu rakyat Athena menggulingkan sang tiran. Bangkitnya demokrasi memlihkan Athena dan memicu mulai keemasan Athena. Abad (5 SM) Athena dan Sparta bersekutu untuk menghadapi ancaman asing yang lebih kuat dan berbahaya (kekaisaran persia) serangan itu terjadi (490 SM) dan di akhiri kemenangan Athena pada perang marathon di bawah kepemimpinan Miltiades muda. (4 SM) yunani di bawah hegemoni Sparta, namun sudah jelas Sparta memiliki kelemahan. Hegemoni berlangsung 16 tahun kemudian berusaha memaksakan kehendaknya pada warga thebes, dan kalah dalam perang Leuctra (371 SM). Pada perang Mantinea (362 SM), thebes kehilangna pemimpin pentingnya walau menang dalam perang. Kemudian perang ini berhasil mendominasi yunani. Periode Hellenistik (323 SM) di tandai penaklukan Aleksander Agung dan yunani oleh Republik Romawi (146 SM) disini semuanya tidak berubah namun hingga bangkitnya agama Kristen yang menandai keruntuhan politik yunani.Arsitektur (bangunan dengan desain estetik) berakhir di yunani pada (sekitar 1200 BC -7 BC) tetapi sejak bangunan yunani kuno di Archaic dan awal periode klasik hamper semua tidak terdapat sumber tertulis tentang awal arsitektur atau uraian bangunan tersebut. Dan hanya kuil yang bertahan hingga sekarang, dari berbagai macam arsitektur antara lain; Stoa Attalus di pugar Athena, Yunani Akademi Nasional di bangun Athena,Tholos di Delphi, Perpustakaan Celcus (Ephesus), Teater Herodes Atticus (Athena), kuil Hephaestus dengan gaya Doric,kuil Erecththeum di Athena dengan gaya Lonic, kuil Olympic Zeus di Athena dengan gaya Corinthian.
  Kepercayaan
Masyarakat Yunani kuno mempercayai adanya dewa-dewa yang mengatur kehidupan.Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Nama dewa dewa yang dipercayai bangsa yunani kuno antara lain:·         Dewa Ares ·         Dewa Hephaestus ·         Dewa Dionysus ·         Dewi Demeter·         Dewa Poseidon·         Dewa Zeus·         Dewi Hera·         Dewa Hermes·         Dewi Athena·         Dewi Artemis·         Dewa ApolloDewi Aphrodite            
Dari kepercayaan bangsa yunani kuno akan adanya dewa- dewa mereka membangun kuil – kuil pemujaan. Sebagai buktinya banyak peninggalan – peninggalan bangunan Yunani kuno berupa kuil seperti Parthenon dan kuil of Athen.Kuil adalah tempat terbaik yang dikenal umum dalam dunia arsitektural. Kuil tidak mempunyai fungsi yang sama dalam melayani seperti pada gerja modern. Untuk satu hal, altar memikul langit yang terbuka di dalam temenos atau tempat pengorbanan suci. Kuil bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap berhubungan langsung dengan dewa yang dipuja. Kuil adalah suatu tempat untuk pemuja dewa untuk meninggalkan sesaji yang memenuhi nazar mereka, seperti persembahan patung, Pada bagian dalam kuil, cella, begitu para pemuja sebagian besar menyimpan barang pemujaan mereka dalam ruangan besi dan gudang. Dan bangunan itu pada umumnya dilapisi oleh baris kolom yang lain
ArsitekturUntuk bangunan rumah tinggal menggunakan atap datar yang merupakan typical daerah timur, sedangkan cahaya dimasukkan melalui celah-celah lubang atap. Ruang menggunakan “Cella”, yaitu ruang yang keempat sisinya tertutup (massif dengan satu sisi sebagai bukaan (pintu).
meragon
Selain itu ada juga Megaron yaitu ruang besar dari Yunani istana kompleks. Ini adalah pendahulu arsitektur candi Yunani klasik. Itu digunakan untuk puisi, pesta, ibadah, pengorbanan, fungsi kerajaan formal, dewan, dan dikatakan dimana para tamu raja akan tinggal selama kunjungan mereka, Bagian dalam terbuat dari batu bata dan atap kayu didukung pada balok.

“Megaron” adalah unit rumah tinggal dengan fasilitas sebagai berikut :
  • Berbentuk cella yang dilengkapi dengan lobby/vestibule.
  • Entrance dan serambi depan yang mengarah kedalam.
  • Thelamus (ruang tidur) yang diletakkan dibagian paling belakang.

Bahan bangunan :
  • Memakai batu pecah ataupun batu gamping/gibs yang dikeraskan untuk lapisan lantai.
  • Bata yang dikeringkan untuk dinding
  • Atap memakai kayu.

Format Arsitektur umum lainnya yang digunakan dalam arsitektur Yunani adalah tholos, suatu struktur lingkaran dimana contoh yang terbaik adalah pada Delphi  dan tujuan religiusnya adalah melayani pemuja kuil, propylon atau serambi, yang mengapit pintu masuk ke ruangan terbuka dan cagar alam ( contoh yang terbaik yang dikenal adalah pada Acropolis Athens), dan stoa, suatu aula yang sempit panjang dengan suatu colonnade terbuka pada satu sisi yang digunakan untuk mengatur barisan kolom kuil Yunani. Suatu stoa yang telah dipugar adalah Stoa Attalus dapat dilihat di Athena.
   Tholos di Delphi  Ada dua gaya utama dalam Arsitektur Yunani, yaitu Doric dan Ionik. Nama ini digunakan hanya untuk bangsa Yunani sendiri. dan mencerminkan kepercayaan mereka pada Ionic dan Doric dari zaman kegelapan, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. gaya Doric digunakan di tanah daratan Yunani dan tersebar dari sana pada wilayah jajahan Yunani di Italia. gaya Yang bersifat ionik digunakan di kota besar Ionia ( sekarang pantai barat Turki) dan sebagian dari pulau Aegean. Gaya Doric jadi lebih keras dan formal, yang bersifat ionik jadi lebih longgar dan dekoratif. Gaya Corinthian yang mempunyai banyak hiasan adalah perkembangan akhir dari gaya ionik. Gaya ini dikenal hingga ke ibu kota, tetapi ada perbedaan banyak dalam poin-poin desain dan dekorasi antara gaya tersebut.
Kuil Hephaetus dengan gaya doric
Kuil Erechteum di Athena dengan gaya Ionic
Seni Bangunan, Seni Pahat dan Seni DramaPada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus.
Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain.
Masyarakat Yunani juga menyenangi Seni drama. Orang Yunanilah yang pertama menulis drama yang dapat merasakan tentang orang lain dari sisi kehidupan. Cinta, kebencian, pembunuhan, misteri dan lain-lain. Beberapa tokoh drama tragedi antara lain Aeschylus dengan karyanya yang berjudul Oresteia, Sopochles dengan karyanya berjudul Antigone. Sedangkan drama komedi tokohnya Aristophanes dengan karyanya berjudul Lysistrata.
 Sistem Pemerintahan YunaniYunani tidak pernah memiliki sistem pemerintahan sentralisasi melainkan desentralisasi karena tiap-tiap polis mengembangkan sistem pemerintahan masing - masing. Pada uraian berikut ini akan dibahas sistem pemerintahan dari dua polis yang terkemuka di Yunani yaitu Sparta dan Athena, yang masing- masing memiliki konstitusi yang berbeda.
1. Sparta
Konstitusi Sparta membagi masyarakat menjadi 3 golongan yaitu :
“Citizens” atau orang-orang Sparta yang jumlahnya antara 5-10% dari seluruh penduduk. Mereka terdiri dari para penguasa dan tentara. Kaum Helot : merupakan sebagian besar dari penduduk yang bekerja sebagai petani, buruh tani dan pelayan dari orang-orang Sparta. Peiroikoi yaitu yang tinggal di pinggiran kota, hidup sebagai petani, pedagang dan bekerja di pertambangan.
Sistem pemerintahan Sparta bersifat militeristis, dengan mengutamakan latihan kemiliteran dan disiplin yang keras bagi masyarakat. Pemerintahan Sparta dijalankan oleh 2 orang raja yang absolut dan turun temurun..
2.Athena
Kehidupan di Athena berbeda dengan di Sparta. Jika warga Sparta mempunyai kewajiban untuk tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan negara maka warga Athena dalam suasana demokrasi memiliki kemerdekaan berpikir, berpendapat serta maju dalam bidang politik, ekonomi, seni batik, seni pahat, seni bangunan maupun seni sastra. Athena mengalami evolusi pemerintahan yang sempurna. Semula golongan aristokrat (bangsawan) mengesyahkan kekuasaan oligarkhi (pemerintahan di tangan sekelompok orang). Kemudian beralih ke sistem pemerintahan tirany (pemegang kekuasaan di tangan satu orang yang berkuasa penuh) kemudian berubah lagi menjadi sistem demokrasi.

FilsafatAda 3 orang filsuf yang muncul pada peradaban yunani kuno, antara lain :
  1. Socrates (469-399 S.M.), 
  1. Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agar manusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak muda yang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minum racun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etika masyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewa yang disembah masyarakat.
  1. Plato (427-347 S.M.), 
  1. Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku, salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila manusia bekerja dengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato juga mendirikan pusat pendidikan bernama Academus.
  1. Aristoteles (384-322 S.M.). 
  1. Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Flora dan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatnegaraan, ia berpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik. Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia.


Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan ilmuwan sebagai berikut :
            1. Pythagoras, Pythagoras adalah ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku- siku.         2. Hipokrates, bapak kedokteran. Hipokrates dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit dan cara  mengobatinya, yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismen dan Prognose. Sumbangannya yang               terkenal adalah sumpah dokter yang berlaku sampai sekarang.3. Archimedes Archimedes menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung.
4. Thales Thales berpendapat : alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air.
5. Analisagoras berpendapat materi terdiri dari beraneka ragam zat renik
6. Democritus : ahli atom
7. Euclid : ahli ilmu ukur.
8. Herodotus : Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis.
9. Thucydides : Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos


Putroe Neng, "Legenda Puteri Bersuami 100"

Menikahi Putroe Neng yang cantik jelita merupakan sebuah kebanggaan bagi banyak lelaki bangsawan. Kebanggaan itu sering dilampiaskan dalam kalimat, “Nanti malam aku akan tidur dengan Putroe Neng...”. Namun, hampir tidak ada lelaki yang berhasil mengatakan, “Tadi malam aku tidur dengan Putroe Neng...!”. Malam pertama selalu menjadi malam terakhir bagi 99 lelaki yang menjadi suami Putroe Neng.
 


Nian Nio Lian Khie begitulah nama aslinya, Seorang komandan perang wanita berpangkat Jenderal dari china budha, Seorang perempuan yang dikalahkan oleh pasukan meurah johan seorang ulama yang berasal dari kerajaan pereulak yang pada saat itu mereka berada di indra purba yang bercocok tanam di daerah maprai (sibreh sekarang) dan mereka membuka kebun lada dan merica pada saat itu setelah dikalahkan, jenderal Nian Nio Lian Khie memeluk islam dan namanya diberi gelar yaitu sebagai PUTROE NENG.

Kekalahan dalam peperangan di Kuta Lingke telah mengubah sejarah hidup Putroe Neng, perempuan cantik dari Negeri Tiongkok. Dari seorang maharani yang ingin menyatukan sejumlah kerajaan di Pulau Ruja(Sumatera), ia malah menjadi permaisuri dalam sebuah pernikahan politis.

Pendiri Kerajaan Darud Donya Aceh Darussalam, Sultan Meurah Johan, menjadi suami pertama Putroe Neng yang kemudian juga menjadi lelaki pertama yang meninggal di malam pertama. Tubuh Sultan Meurah Johan ditemukan membiru setelah melewati percintaan malam pertama yang selesai dalamwaktu begitu cepat.
Sebagian masyarakat Aceh mendengar kisah Putroe Neng dari penuturan orang tua. Konon Putroe Neng memiliki 100 suami dari kalangan bangsawan Aceh. Setiap suami meninggal pada malam pertama ketika mereka bercinta, karena alat kewanitaan Putroe Neng mengandung racun. Kematian demi kematian tidak menyurutkan niat para lelaki untuk memperistri perempuan itu. Padahal, tidak mudah bagi Putroe Neng untuk menerima pinangan setiap lelaki. Ia memberikan syarat berat sepertimahar yang tinggi atau pembagian wilayah kekuasaan (Ali Akbar, 1990).
Suami terakhir Putroe Neng adalah Syekh Syiah Hudam yang selamat melewati malam pertama dan malam-malam berikutnya. Ia adalah suami ke-100 dari perempuan cantik bermata sipit tersebut. Sebelum bercinta dengan Putroe Neng, Syiah Hudam berhasil mengeluarkan bisa dari alat genital Putroe Neng. Racun tersebut dimasukkan ke dalam bambu dan dipotong menjadi dua bagian. "Satu bagian dibuang ke laut, dan bagian lainnya dibuang ke gunung," tutur penjaga makam Putroe Neng, Cut Hasan.
Konon, Syiah Hudam memiliki mantra penawar racun sehingga ia bisa selamat. Setelah racun tersebut keluar, cahaya kecantikan Putroe Neng meredup. Sampai kematiannya, dia tidak mempunyai keturunan. Sulit mencari referensi tentang Putroe Neng. Sejumlah buku menyebutkan dia bernama asli Nian Nio Liang Khie, seorang laksamana dari China yang datang ke Sumatera untuk menguasai sejumlah kerajaan. Bersama pasukannya, ia berhasil menguasai tiga kerajaan kecil; Indra Patra, Indra Jaya, dan Indra Puri yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Beberapa benteng bekas ketiga kerajaan tersebut masih ada di Aceh Besar sampai sekarang.
Namun, Laksamana Nian Nio kalah ketika hendak menaklukkan Kerajaan Indra Purba yang meminta bantuan kepada Kerajaan Peureulak. Bantuan yang diberikan Kerajaan Peureulak adalah pengiriman tentara yang tergabung dalam Laskar Syiah Hudam pimpinan Syekh Abdullah Kana'an. Jadi, Syiah Hudam sesungguhnya adalah nama angkatan perang yang menjadi nama populer Abdullah Kana'an. Merujuk sejarah ,pengiriman bala bantuan itu terjadi pada 1180 Masehi. Bisa disimpulkan padamasa itulah Putroe Neng hidup, tetapi tak diketahui pasti kapan meninggal dan bagaimana sejarahnya sampai makamnya terdapat di Desa Blang Pulo, Lhokseumawe.
Meski tak bisa menunjukkan makamnya, di mata Cut Hasan kematian 99 suami PutroeNeng bukanlah mitos. Ia mengaku mengalami beberapa hal gaib selama menjadipenjaga makam. Ia bermimpi berjumpa dengan Putroe Neng dan dalam mimpi itu diberikan dua keping emas. Paginya, Cut Hasan benar-benar menemukan dua keping emasberbentuk jajaran genjang dengan ukiran di setiap sisinya. Satu keping dipinjam seorang peneliti dan belum dikembalikan. Sementara satu keping lagi masih disimpannya sampai sekarang.
Makam Putroe Neng yang terletak di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh(trans-Sumatera), memang sarat dengan kisah gaib. Misalnya, ada kisah seorang guru SMA yang meninggal setelah mengambil foto di makam tersebut. Ada juga yang mengaku melihat siluet putih dalam foto tersebut atau foto yang diambil tidak memperlihatkan gambar apa pun. Sayangnya, berbagai kisah gaib itu, plus legenda kematian 99 suami Putroe Neng pada malam pertama, tidak menjadikan makam tersebut menjadi lokasi wisata religi sebagaimana makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringen Kecamata Samudera, Aceh Utara.
Pemerintah Kota Lhokseumawe belum menjadikan makam Putroe Neng sebagai lokasi kunjungan wisata. Souvenir tentang Putroe Neng tidak ada sama sekali. Para pengunjungyang datang ke makamnya hanya sebatas peneliti dan segelintir masyarakat yang pernah mendengar kisah Putroe Neng. Rendahnya kepedulian terhadap makam Putroe Neng, bisa terlihat dari kondisi makam tersebut yang nyaris tak terawat. Didalam komplek berukuran sekitar 20 x 20 meter tersebut, terdapat 11 makam, termasuk milik Putroe Neng tetapi selebihnya tidak diketahui milik siapa.
Menurut Teungku Taqiyuddin, seorang peneliti yang getol menggali sejarah Kerajaan Samudera Pasai, dari tulisan yang terdapat di batu nisan, diyakini makam-makam tersebut milik ulama syiah. Lantas, benarkah makam yang selama ini diyakini milik Putroe Neng sahih adanya?
Teungku Taqiyuddin mengaku belum mendapatkan jawaban sehingga keyakinan masyarakat tentang kebenaran makam tersebut belum bisa dipatahkan. "Siapa tahu dengan banyaknya penelitian nanti akan terjawab," kata Teungku Taqiyuddin. Menurutnya, bisa jadi karena ada makam Putroe Neng di sana, kemudian berkembang cerita tentang kematian 99 suami atau bisa saja kisah itusudah melegenda sejak lama.
Sekitar 200 meter arah selatan makam Putroe Neng, terdapat makam suami ke-100,Syiah Hudam yang terletak di atas bukit perbukitan. Jalan menuju Makam Syiah Hudam sangat tersembunyi, sehingga pengunjung harus bertanya kepada masyarakat setempat karena tidak ada penunjuk jalan. Program Visit Aceh 2011 yang digaungkan Pemerintah Aceh ternyata tidak didukung dengan perbaikan infrastruktur.


    Kamis, 22 Mei 2014

    HANTU NANCY


    Nama Nancy mungkin sudah tidak asing lagi untuk para warga SMA 3 dan SMA 5, terutama bagi mereka angkatan tahun 90-an baik siswa siswinya maupun bagi staf pengajar dan staf sekolah. Dari sekian banyak cewek di dua sekolah tersebut bisa dikatakan Nancy-lah cewek yang selalu dibicarakan dari tahun ke tahun, hingga sekarang ketika Nancy tentu sudah tidak muda lagi tetap tidak sedikit anak SMA yang ingin bertemu dengannya, terutama mereka yang membutuhkan wahana untuk menguji nyali.
    Menurut beberapa orang, pengalaman bertemu dengan Nancy sangat sulit untuk dilupakan. Efek-efek yang ditimbulkan biasanya dimulai dari muringkaknya bulu kuduk diikuti dengan ketakutan yang sangat dahsyat yang menyebabkan badan gemetar. Sementara efek penutupnya biasanya bervariasi bergantung pada karakter korban, kalau korban ternyata berbakat menjadi pelari cepat mungkin sekali dia akan langsung kabur menjauhi TKP, sedangkan apabila korban agak kurang sensitif (baca: lemot) mungkin dia akan diam di tempat dengan mulut komat kamit mengucapkan segala macam doa yang bisa dia ingat, sedangkan kalau korban termasuk pada tipe yang pasrah dan tawakal mungkin sekali dia akan langsung jatuh pingsan, pasrah dan berserah diri, terserah Nancy aja deh mau ngapain dia selama dia pingsan. Sungguh suatu metode yang cepat, mudah dan murah untuk menentukan minat dan bakat seseorang, walaupun dengan keamanan dan keakuratan hasil yang tidak terjamin.
    Menurut seorang teman yang bisa ‘melihat’, konon penampilan si Nancy ini untuk ukuran kaum lelembut seperti Tamara Bleszynski-nya. Si pemudi N ini (entah nama sebenarnya atau bukan) adalah seorang none Belanda yang bunuh diri sebelum tahun 50an dengan cara menjatuhkan diri di tangga dekat aula depan sekolah. Pemunculan Nancy biasanya di sekitar tangga tersebut, berjalan (atau melayang?) dari bagian atas tangga dengan darah mengalir dari salah satu sudut bibirnya. Adapun penyebab dia bunuh diri masih merupakan tanda tanya, ada yang bilang dia jatuh cinta pada seorang pemudaInlander tapi hubungan asmara ini ditentang oleh keluarganya sehingga dia pun putus asa dan mengakhiri hidup. Ada juga yang bilang dia diperkosa kemudian bunuh diri. Tapi apapun penyebabnya, kini Nancy sudah menjadi penghuni ‘gelap’ Jl.Belitung no.8.
    Pertama kali saya mendengar kisah tentang Nancy adalah sekitar tahun 89-an dari kakak saya yang bersekolah di SMA 3. Cukup banyak juga kehebohan yang ditimbulkan Nancy ketika itu, yang paling saya ingat adalah tentang pemunculan Nancy di depan seorang guru wanita. Alkisah ketika itu sudah banyak cerita tentang keangkeran SMA 3 dan SMA 5 sehingga baik guru maupun siswa enggan berlama-lama di sekolah jika hari sudah mulai gelap. Nah, guru tersebut rupanya keasyikan bekerja sehingga lupa waktu, sadar sadar ketika hari sudah gelap dan sekolah sudah sepi. Sang ibu guru yang tidak membawa kendaraan dan juga takut untuk pulang sendiri naik angkot akhirnya menelepon anak lelakinya untuk minta dijemput. Ketika itu belum musim handphone sehingga Sang ibu harus menelepon dari telepon umum yang terletak di aula persis di seberang tangga. Pembicaraan berjalan lancar sampai suatu waktu dimana si ibu tidak juga menjawab ketika dipanggil-panggil oleh anaknya. Kira-kira setengah jam kemudian si anak dengan perasaan khawatir sampai di sekolah dan menemukan ibunya sudah tak sadarkan diri di dalam boks telepon umum. Ceunah mah, ketika percakapan telepon itu berlangsung si Nancy melakukan penampakan persis di depan sang ibu bahkan menghampiri beliau sehingga beliau langsung pingsan saat itu juga.
    Nama Nancy tidak bisa dipisahkan dari sosok Mang Ucha, pengurus sekolah yang sekaligus merupakan kuncen. Menurut cerita anak Pramuka angkatan 92-an, mereka sering harus meminta bantuan Mang Ucha untuk ‘mengamankan’ Nancy agar tidak mengganggu kegiatan Pramuka yang kebetulan bertempat di lantai atas dan malam hari pula. Begitu juga menurut unit kegiatan lain yang sering mengadakan uji keberanian ‘Jurit Malam’ seperti Keamanan Sekolah. Menurut mereka ketika maghrib Mang Ucha sudah mulai memindahkan Nancy dari tempat peraduannya di lantai atas ke tempat lain yang relatif lebih ‘aman’ yaitu ke sekitar WC putri di bagian belakang SMA 3. Disanalah Nancy harus menghabiskan malam dengan se-krat bir sebagai ‘sesajen’. Duh, hantu kok suka mabuk sih, kirain pendekar doang yang suka mabuk. Tapi jangan salah, syarat ini harus dipenuhi sebab kalau tidak, bisa-bisa teteh Nancy mengamuk seperti yang –kalau saya tidak salah sih- pernah terjadi tahun 90-an dan menyebabkan beberapa orang panitia kesurupan. Tapi kealpaan seperti ini tidak pernah terjadi lagi kok, jadi jangan ragu untuk datang ke acara-acara SMA 3 atau SMA 5 ya.
    Cerita-cerita angker di bangunan Jl.Belitung no.8 tidak hanya bersubyek Nancy saja, ada juga cerita-cerita poltergeist atau tokoh-tokoh lain seperti pastor dan perwira Belanda yang sebenarnya mungkin juga merupakan teman sepermainan Nancy. Di sekitar awal tahun 90-an misalnya, tersebutlah seorang Kepala Sekolah SMA 5 yang tentu sangat berdedikasi sebab beliau masih bekerja walaupun hari sudah malam, atau bisa jadi dia Kepala Sekolah baru jadi belum tahu tentang cerita-cerita dari balik dinding sekolah. Pokoknya beliau sedang asyik bekerja ketika dia mendengar suara tangisan perempuan dari lantai atas. Wah kasihan, kata beliau dalam hati, pasti itu siswi yang menangis karena putus cinta. Dengan itikad baik menenangkan hati sang siswi, Bapak Kepsek menghentikan pekerjaannya mengetik dan naik ke lantai atas. Ternyata di lantai atas sudah gelap gulita dan jagoan kita tidak menemukan siapapun. Di tengah keheningan dia mendengar bunyi mesin tik dari lantai bawah. Ngajak becanda dia, pikir Pak Kepsek  sambil turun ke lantai bawah mendekati suara mesin tik yang ternyata bersumber dari ruangannya sendiri. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? Ketika Pak Kepsek membuka pintu ternyata tidak ada siapapun yang menjalankan mesin tik itu…
    Malam itu sebuah nama bergema di lorong-lorong sekolah: “MANG UCHAAAA…!!!”
    Cerita yang akan saya paparkan berikut ini terjadi pada angkatan 91 dan lumayan heboh karena saksi matanya tidak hanya satu dua orang tapi 40-an orang alias sekelas. Jadi ceritanya anak-anak kelas ini masuk siang sehingga banyak ruangan yang kosong, lalu mereka semua kompakan pindah ruangan ke kelas di lantai atas. Supaya guru yang akan mengajar tidak mencari-cari maka dikirimlah ketua kelas untuk memberitahu. Setengah jam berlalu tapi guru yang mengajar belum juga datang, sementara anak-anak memanfaatkan waktu kosong dengan bermain gapleh, ketepel, gigitaran dan permainan kreatif lainnya. Tiba-tiba saja sang Guru datang dengan wajah merah padam bersama seorang guru lain, lalu dengan suara menggelegar beliau mendamprat anak-anak habis-habisan. Rupanya sudah setengah jam beliau mencari anak-anak ke semua kelas termasuk ke kelas-kelas di lantai atas tapi tidak menemukan mereka, bahkan beliau sampai meminta bantuan guru lain untuk mencari. Kontan 40 murid kebingungan karena mereka yakin sekali mereka tidak kemana-mana, lagipula menurut mereka dengan semua keributan yang mereka timbulkan mana mungkin sih si guru tidak mendengar. Tapi kisah ini berakhir dengan hukum jemur untuk para siswa yang mungkin sampai sekarang masih tetap merasa tidak bersalah. Hmm, sebenarnya itu mata dan telinga guru yang ‘ditutup’ atau 40 anak yang ‘ditutup’ ya..
    Kisah berikut ini terjadi pada anak-anak Keluarga Paduan Angklung (KPA) SMA 3 juga di awal tahun 90-an. Untuk menyempurnakan penampilan mereka anak-anak KPA ini rajin sekali berlatih. Ketika itu mereka sedang latihan di salah satu kelas di lantai atas, waktu menunjukkan sekitar pukul 3 tapi di luar langit sudah agak gelap karena mendung. Entah kenapa semua jendela ditutup rapat dan dikunci dari dalam begitu pun dengan satu-satunya pintu. Tiba-tiba saja, entah angin dari mana, dengan suara hentakan keras semua jendela dan pintu terbuka lebar. Sontak semua orang kaget termasuk para pelatih yang sudah berumur. Gimana ga kaget, lah ga ada angin ga ada hujan kok bisa-bisanya jendela yang tadinya dikunci bisa terbuka? Tapi dasar anak-anak, dalam suasana mencekam begitu masih saja ada yang becanda dan berkomentar: “Angin dalam..” Mungkin saja sih ‘penghuni lain’ sekolah merasa terganggu dengan aktivitas anak-anak ini dan memutuskan untuk unjuk gigi.
    Tidak hanya itu cerita dari KPA 3, pernah suatu waktu mereka sedang berkumpul di lapangan parkir motor untuk latihan, seharusnya latihan sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu tapi berhubung anak yang bertanggung jawab membawa kunci markas KPA belum juga datang jadi latihan terpaksa diundur. Mendadak Bapak berinisial R, Bapak Kepsek ketika itu, menghampiri dan menegur mereka karena dianggap telah mengganggu ketertiban jalannya UMPTN tadi pagi dengan berlatih angklung keras-keras. Menurut Bapak R ketika UMPTN sedang berlangsung banyak sekali komplain dari peserta karena bunyi-bunyian angklung yang sangat mengganggu. Jadi Bapak R berasumsi bahwa KPA 3 sedang latihan, tapi ketika didatangi ke markasnya ruangan itu sudah dikunci dan Bapak R menduga anak-anak sudah pada pulang. Jelas anak-anak jadi bingung karena sejak tadi latihan belum dimulai, pintu ruangan saja belum dibuka.
    Suara-suara gaduh yang ga jelas asal-usulnya juga pernah terjadi pada angkatan 72. Tersebutlah beberapa orang anak yang baru selesai latihan badminton jam ½ 5an sedang duduk-duduk mengaso di dekat kolam tengah SMA 3 ketika terdengar suara-suara ribut seperti meja didorong-dorong dari bangunan sayap depan sekolah. Anak-anak yang tak kenal takut ini menghampiri satu kelas dan menemukan meja dan kursi dalam keadaan berantakan, ada meja parkir di atas meja, ada meja berdiri vertikal, pokoknya mah ga jelaslah susunan dan aturannya.
    Ngomong-ngomong soal kolam di tengah SMA 3, gosipnya sih dulu, entah kapan, pernah ada anak balita pengurus sekolah yang meninggal tenggelam di kolam itu. Katanya sih sejak kejadian itu daerah sekitar kolam jadi agak angker, tapi selama ini sih ga ada cerita penampakan anak kecil di Belitung 8, lagian anak kecil apalagi balita gitu kan belum ada dosanya ya, kan kasian banget kalo jadi menghantui. Selain di areal kolam SMA 3 daerah di bawah tangga SMA 5 juga terasa seram, katanya sih di ruangan bawah tangga tersebut -dulu WC Putri sekarang dialihfungsikan menjadi ruang stensil- pernah ada siswi yang gantung diri karena hamil di luar nikah. Kebenaran cerita ini sih belum bisa dibuktikan, tapi memang kalau kita berjalan di dekat situ kalau kata orang Sunda sih agak-agakkeueung.
    Salah satu hal yang unik dari dunia perhantuan Belitung 8 adalah konon katanya mereka suka memperlihatkan diri pada orang-orang yang memang ingin melihat mereka alias nantang. Hal ini dibuktikan di tahun 90-an oleh 15 orang siswa. Pada suatu malam mereka sengaja berkumpul di sekolah dengan niat ingin membuktikan keberadaan para penunggunya. Sekitar pukul 23 mereka berbaris satu-satu berjalan ke salah satu tempat paling angker, laboratorium kimia SMA 3. Lab yang kebetulan tidak dikunci itu gelap gulita dan awalnya mereka tidak bisa melihat apa-apa, tapi begitu mata mereka terbiasa dengan kegelapan 3 orang siswa yang berbaris paling depan menangkap sebentuk bayangan hitam menyerupai orang berbadan besar sedang duduk di tengah ruangan menghadap meja. Walaupun tidak jelas itu apa atau siapa –bisa jadi sebenarnya itu orang loh- tapi 3 orang tersebut langsung berteriak dan mengambil langkah seribu, 12 orang sisanya –yang sama sekali tidak melihat apa-apa- jadi gehgeran dan ikut kabur mengikuti pendahulunya sambil bertanya-tanya ada apa. Sesampainya mereka di tempat aman –kantin sekolah- 3 orang tadi langsung bercerita tentang apa yang baru saja mereka lihat, sialnya teman-teman mereka menganggap pengalaman barusan belum cukup seru sehingga perburuan pun dilanjutkan, kali ini ke Lab. Biologi.
    Intermezzo sedikit, konon katanya tengkorak kepala yang ada di Lab Biologi ini adalah tengkorak sungguhan, korban kecelakaan tanpa identitas dan karena tidak diklaim oleh keluarganya akhirnya diambil untuk keperluan pendidikan, tapi ini gosipnya loh, teuing bener teuing henteu.
    Kembali pada cerita tadi: Dengan gagah berani teman-teman kita berjalan ke lab Biologi, tapi belum juga mereka sampai ke tujuan, mereka –kali ini kelima belas lima belasnya- melihat seorang, sebentuk, seekor (sebenarnya apa sih kata ganti bilangan untuk hantu?) pokoknya sesosok tanpa kepala berbusana pastor berjalan ke arah mereka dengan menenteng kepalanya sendiri… Teman-teman kita langsung ngacir pulang ke rumah masing-masing.. Hahaha.. sukurin lu.. lagian nantang.. Itu loh yang terjadi kalau anak kecil suka ngelawan ‘orang tua’.. hahaha…
    Tapi banyak juga loh cerita penampakan yang korbannya ga pengen ‘ngeliat’, juga ga punya kemampuan sixth sense tapi malah ‘dikasih liat’ kayak yang terjadi pada dua orang teman saya mantan siswa SMA 5 di malam menjelang Bazaar 5 tahun 96-an. Ceritanya sekitar pukul dua pagi, dua orang teman saya itu, R dan D, sedang menyiapkan stand untuk bazaar. Jam dua pagi, mereka baru selesai shalat Isya di mushala SMA 5. Keduanya tengah memakai sepatu ketika D melihat dari arah laboratorium kimia SMA 3 seorang serdadu Belanda yang tengah berjalan ke arah mereka dengan mata nyalang dan dengan senjata terhunus. Teman-teman saya langsung kabur, untungnya ga lupa bawa sepatu masing-masing.. hihihi.. Sebenarnya cerita ini agak aneh, karena Belitung 8 tidak pernah menjadi gedung militer, sejak dibangunnya dulu di tahun 1916 ia selalu dipergunakan sebagai sekolah, yaitu HBS (de Hogere Burger School). Kalau begitu darimana datangnya dong serdadu Belanda itu? Jangan-jangan sebenarnya dia adalah ‘penunggu’ gedung Jarbeurs yang sedang tamasya ke Belitung 8.. Hahaha.. Hari gini masih ditodong sama kompeni.

    Akhir kata, cerita-cerita di atas mungkin ada yang benar-benar terjadi, tapi mungkin juga cuma isapan jempol belaka yang disampaikan secara turun temurun dan dibumbui. Terserah deh, tapi cerita-cerita kayak gini lumayan rame kok buat dibaca dan diomongin ke orang lain, jadi mangga atuh kalo ada yang mau nambahin cerita (nambahin bumbu juga boleh), boleh juga tentang tempat-tempat lain di Bandung yang katanya angker. Silakan.

    Sabtu, 17 Mei 2014

    Tipologi Ruang Interior


    I.         Penghubung Tipologi Ruang Interior.
    Penghubung tipologi ruang interior terdiri dari 2 macam, yaitu :
    1.      Arah Horizontal, Yaitu diagram yang menunjukkan bentuk geometri lantai dasar / alas.
    2.      Arah Vertikal, Yaitu diagram yang menunjukkan kemungkinan – kemungkinan transformasi elemen – elemen dasar dengan cara penambahan, penetrasi, tekuk, pemecahan, aksentuasi, perspektif, efek kedalaman dan ditorsi.

    1.    Penambahan.
    Merupakan prinsip tatanan yang paling dasar , yaitu elemen –elemen hanya dihubungkan dan berdekatan sehingga membentuk suatu akumulasi ( kelompok ) disebut dengan hubungan topologi ( Norbergschulz ) yang dihasilkan suatu bentuk tidak beraturan / amorf.
    - Hubungan geometris berarti suatu hubungan yang diciptakan oleh prinsip geometris, yaituaksialitas ( sejajar ).
    - Basikala, yaitu elemen ruang serupa yang disusun sejajar.
    - Perspektif, yaitu ketinggian yang berbeda sebagai alat perancang untuk menyatakan hirarki elemen – elemen ruang.
    2.    Penetrasi.
    - Dua atau beberapa ruag yang memiliki bentuk geometris yang berbeda akan saling menindih dan melebur menjadi bentukkan baru.
    - Deformasi yaitu pemisahan formal yang merugikan karena akan menghasilkan Fragment ( Rongga ).
    - Dua benda saling tumpang tindih ( over lap ) mempertahnkan kebebasan , identitasnya dan bersama – sama menciptakan suatu kualitas yang baru.
    - Dua ruang yang saling menindih dimana yang satu masuk kedalam ruang yang lainnya ( Ruang dalam ruang ).
    - Kemungkinan - kemungkinan transformasi bentuk geometri dasar :
    - Penekukkan
    - Pembengkokkan
    - Pemisahan
    - Fragmentasi
    - Distorsi perspektif yaitu manipulasi buatan untuk memberikan efek kedalaman distorsi suatu bentuk geometri dapat dihubungkan dengan histori.

    II.      RUANG INTERIOR.
    Suatu ruang memiliki batas – batas berupa dinding , kolom, langit – langit dan lantai yang merupakan elemen tradisional.Jendela dan pintu merupakan penghubung dengan eksterior.Melalui definisi ukuran , proporsi ( hubungan antara panjang, lebar dan tinggi ) dan bentuk dapat terbaca secara jelas.Komponen –komponen ini langsung merujuk pada fungsi ruang.Ruang yang mengalir ( Flowing space ) merupakan hasil dari pembebasan ruang oleh arsitektur modern.Ruang dibagi menjadi daerah yang hanya sekedar fungsi tanpa dapt meningkatkan fungsinya akibat dari struktur – struktur deformasi yang tidak lagi memungkinkan adanya hubungan dinding dengan bukaan.
    Sifat dasr sebuah rung sangat ditentukan oleh pembatasnya.Dengan mempertegas batasan ruang dan menambahkan pada karakternya ( ruang ) dengan bentuk geometri tertentu mempunyai ekspresi sesuai perilaku fisik dan non fisik.

    1.         Ruang Interior Bujur sangkar.
    - Geometri – geometri terdistorsi yang bentuk dasarnya persegi.
    - Pola – pola ritmis , penempatan rute dengan daerah pintu masuk kecil yang berfungsi sebagi suatu penyeberangan batas ( Anteroom ).
    2.         Ruang Interior Persegi Panjang.
    - Pada bentuk ini posisi bukaan sangat penting untuk pencahayaan dan kesan pada ruangan.
    3.         Ruang Interior Oktagonal / Persegi Delapan.
    - Istimewa, stabil dan Private.
    4.         Ruang Interior Berbentuk Salib.
    - Simbolis dan memiliki nilai mitologi yang tinggi.
    5.         Ruang Interior Melingkar.
    - Luas dan Khusus.

    III.   Tambahan dan penetrasi ruang interior.
    Seni mengkomposisi ruang.
    - Denah dan site plan / drawing plan.
    - Langit –langit dan lantai.
    - Kolom dan penyangga ( proporsi, dekorasi berfungsi sebagai indikasi, karakteristik gaya arsitek ).
    - Pintu ( proporsi 1:2 atau 1:3 lebar dengan tinggi.Untuk fasad bangunan dan orientasi bukaan ).
    - Handel ( sebagai tanda arsitektural ).
    - Jendela ( penghubung eksterior, penentu fasad dan orientasi bukaan .Bentuk dan jeruji ).Figur jendela tercipta pada saat format – format yang berbeda dibawa kedalam interdependensi etis dan elemen khusus fasad.Fungsi jendela sebagai pembagi ruangan fasad dan sumbu jendela.
    · Ruang Tangga ( Staircase ), Elemen yang berfungsi sebagi akses vertikal dalam sebuah bangunan dan fungsi menentukan pula bentuknya.
    · Fasad / Tampak, Berasal dari bahasa latin Facies ( wajah ) dan Apperance ( penampilan ).Berfungsi untuk mengungkapkan kriteria tatanan dan penataan .Komposisi sebuah fasad mempertimbangkan persyaratan berkaitan denga penciptaan kesatuan harmonis.Suatu komposisi yang memiliki keseimbangan yang utuh akan terasa menyenangkan dan harmonis.Polaritas antara tarik tegang, seiring interval, selaras kontras, prinsip pengulangan, proses tema melalui variasi menciptakan keseimbangan yang utuh.Aspek penting dalam pembuatan fasad yaitu :
    - pembutan perbedaan antara elemen horizontal dengan vertikal yang dalam masing – masing dapt menciptakan efek umum yang memadai.
    - Proporsi elemen harus sesuai terhadap keseluruhan.
    - Suatu fasad tidak boleh dirancang tanpa diferensial horizontal ( lantai dasar, loteng dll ).
    - Fasad sebagai batasan binaan.
    - Fasad tersusun dari elemen tunggal ( Suatu kesatuan tersendiri ).
    - Sebagai zon a transisi mempuyai fungsi pertukaran, berkemungkinan fundamental dalam merancang.
    - Komposisi pada dinding plat yang lengkap dapat memperkuat keseluruhan tendensi sebuah bangunan.
    · Penyusun dinding batu.
    - Direkatkan pada dinding fasad dan dapt membentuk dinding yang kokoh.
    - Penyempurna teknik dan petimbangan etika. Semakin tinggi presisi perletakkan batu semakin tinggi pula nilai kualitas formalnya.

    A.    Jenis – jenis Batu Pelapis dan Pembuat Dinding.
    Ø  Susunan Batu Siklop, digunakan pada era mycenaea disusun secara horizontal.
    Ø  Batu Poligon, disusun berdasrkan ukuran dan bentuknya.Digunakan di kota tua italia.
    Ø  Batu Puing, dipakai untuk dinding bawah tanah dan taman.
    Ø  Batu Ashlar, batu – batu pecah, permukaannya sejajar dan beraturan.Digunakan di mesir.
    Ø  Batu Potong, batu yang dapat dpotong secara kasar.Digunakan pada masa renaissance.
    Ø  Batu Berlian, bidang – bidangnya terlihat seprti terpotong dalam bentuk pyramid
    Ø  Batu Campuran, terdiri dari beberapa batuan.
    Ø  Batu Bata, terbuat dari tanah liat, memiliki nilai estetika yang tinggi.Digunakan untuk dinding pengisi.Ikatan – ikatan yang berirama selang – seling antara bidang dan kepala rangkaian menimbulkan ikatan dekoratif

    *        Jalan masuk dan Pintu masuk, elemen ini merupakan pernyataan diri dari penghuni dan juga sebagai tanda transisi bagian public ( eksterior ) ke bagian private ( interior ) dan sebuah ruang sisa akibat degradasi / penurunan makna.
    *        Lantai dasar / Alas, merupakan alas dari sebuah bangunan dan berfungsi sebagai fungsi public.
    *        Jendela menonjol, Balkon dan Loggia, berfungsi sebagai zona penghalang terhadap eksterior, sebagai filter eksterior tambahan .Balkon yang melengkung memberi efek modulisasi massa bangunan.Sudut yang terpotong sebuah silinder yang menghasilkan ruang untuk teras.
    *        Pagar Pembatas ( Railing ).
    - Sebagai sekedar pembatas
    - Sebagai pembatas untuk melindungi pemakainya.
    *        Atap dan Tingkat Loteng, yaitu tempat / ruang yang bebes berada diatas dan bagian atas bangunan yang memberitahu akhir dari suatu bangunan.Secara umum atap adalah ruang yang tidak jelas yang paling sering dikorbankan demi eksploitasi volume bangunan.
    *        Denah Dasar dan Bentuk Bangunan, kesalahan lama arsitektur kontemporer adalah keyakinan terdapat membangkitkan suatu hubungan logis anatara fungsi dan bentuk sebuah bangunan hasil dari yang sebelumnya.Rancangan suatu bangunan dikembangkan dari ketidakgantungan antara kebutuhan pemakai, fungsi dengan jenis ruangan.